Keluar Dari Sekolah (Bagian 3)

Internet berperan besar sekali dalam pengambilan keputusan saya untuk mengeluarkan Kakak dari sekolah. Kenapa ? karena hidup di era internet seperti sekarang ini pada tahun 2018, banyak hal yang berubah drastis termasuk cara belajar dan mencari informasi. Namun, saya melihat sistem pendidikan khususnya di Indonesia berjalan pelan, kalau tidak mau dikatakan statis. Satu hal mendasar yang bisa saya lihat sebagai orangtua awam adalah model ruang kelas tradisional dimana anak murid duduk dan guru selama berjam-jam mentransfer pengetahuan. Jiwa-jiwa bahagia itu kadang harus dipaksa melemah karena harus mengikuti kecepatan belajar sesuai target sekolah, sedangkan setiap anak punya cara belajar yang berbeda-beda dan unik. Kakak yang termasuk anak kinestetik dan linguistik, ia senang sekali bergerak dan kritis. Seringkali dia dipaksa diam karena ingin mempertanyakan sesuatu yang buat dia tidak masuk akal. Kadang ia harus menjalani hukuman karena saat jam istirahat berakhir ia masih asik main bersama teman-temannya di halaman sekolah. Dihukum karena mengeksplorasi halaman sekolah ? hmmm lemas akuuh hehe:D

Balik lagi ke internet, dengan kecanggihan teknologi saat ini ketemu lah saya sama Khan Academy . Platform yang cukup brilian karena pertama kali saya perkenalkan pada Kakak, dia langsung tertarik dan ketagihan belajar Matematika (sungguh aneh tapi nyata) hahaha. Penasaran dong saya, setelah saya telusuri ternyata teori tentang setiap anak belajar dengan cara dan kecepatannya masing-masing itu benar adanya, there is no one size fits all. Awalnya Kakak tidak pernah merasa kesulitan sama Matematika, dia cenderung santai dan semangat mengerjakan soal demi soal sejak kelas 1 SD. Namun ketika sampai pada konsep perkalian, Kakak agak susah untuk mencerna apalagi menghapal. Lantas, belum juga selesai mencerna konsep dasar perkalian, pelajaran di sekolah sudah berlanjut ke tahap yang lebih kompleks. Hasilnya ? Kakak jadi phobia Matematika. Beruntung lah kami segera keluar dari sekolah dan saya ulang kembali dari awal konsep dasar perkalian dibantu Khan Academy.

Tidak hanya Khan Academy, di internet bertebaran sekali situs belajar online dari yang gratis seperti Khan hingga yang berbayar. Tantangannya adalah justru memilih mana yang benar-benar bermanfaat bagi kita. Berangkat dari fakta ini lah saya semakin yakin mengeluarkan Kakak dari sekolah karena semua yang kita ingin tahu dan pelajari tersaji di dunia ini baik offline atau online.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.