Melacak Warisan Jepang di Sekitar Rumah (Bagian 1)

Memasuki akhir Maret, Kakak mencoba menerima tantangan dari Rumah Inspirasi, Jaladwara Wisata Arkeologi dan Garasi untuk eksplorasi sekitar rumah. Tantangan pertama adalah Melacak Warisan Jepang. Fakta menarik yang ternyata dekat dengan keseharian kita. Tugasnya simple, wawancara Ketua RT, tapi cukup menantang Kakak untuk keluar dari comfort zone. Yuk simak laporan Kakak berikut ini.

 

“Kunjungan ke Pak RT “

oleh : Kakak Malaika

2019_0324_22432600-1.jpg

Hari ini aku ke rumah ketua RT, pak firdaus. Aku bangun lumayan pagi demi explorasi online. Aku sudah lima tahun tinggal di rumah ku tapi belum sama sekali ketemu Pak RT. Aku jalan bersama mamah, bapak, karena aku tidak tahu rumah Pak RT. Nah di sana aku wawancara Pak Firdaus. Ini daftar pertanyaan yang aku siapkan malam sebelumnya.

Inilah yang aku tanya

1. berapa rumah yang dipimpin PAK RT?

2. apa pekerjaan PAK RT sehari-hari?

3. apa suka duka nyaa menjadi ketua RT?

4. ada libur kah pak RT?

5. kalau ada rapat warga di mana?

6. 17 april kan mau pemilu harus gimana persiapan bapak apa?

7. kalau mau rumah rumah aman harus bagaimana?

8. kalau RT harus di pilih kah?

9.  apa syarat nya untuk menjadi ketua RT?

10. berapa lama jadi ketua RT?

11. berapa gaji nya 

2019_0326_09200400.jpg2019_0326_09200700.jpg2019_0326_09201000.jpg

Setelah aku wawancara Pak Firdaus aku jadi semakin tahu. Aku tahu bahwa Pak RT itu suka bagi kue ke warga dan tidak suka mengurus kegiatan warga kalau hujan. Tugas Pak RT adalah melindungi lingkungan dan warga. Pak RT juga memimpin 150 rumah lho. Selain itu Pak RT juga mengurus pemakaman kampung hutan wow hebat yaaa dan repot juga ya heheheh. Kalau mau ikut Pemilu kata pak RT harus berumur 17 tahun dulu sayang anak-anak belum boleh ikut.

Untuk menjadi ketua RT harus bisa baca dan tulis tapi kata nya cuma boleh tiga tahun saja. Namun pak RT sudah menjabat 19 TH lama yahh . Kalau mau lingkungan aman gimana caranya yaa?  Gampang kok kita harus meronda yang meronda warga juga ada satu orang hansip bernama Pak Rojak. .Jadi pak RT itu tidak ada libur nya [tapi di rumah terus kok] hehehe. Pak RT tidak ada gajinya, wah mulia sekali! [seperti sukarelawan]. Oh iya sesekali Pak RT melakukan rapat di posyandu dan di kecamatan.

Pada tugas wawancara ini aku kenal Pak RT juga ternyata RT RW itu warisan Jepang. Sebenarnya aku mau tanya tentang warisan jepang tapi aku takut dia tersinggung kalau dia tidak tahu. Aku suka menulis jurnal dan aku tidak suka wawancara karena malu hehehe. Namun aku bisa melawan rasa malu ku karena aku coba dan coba. Semoga kedepannya lebih percaya diri semangat untuk ketemu pak bu RW. Yey !!

This slideshow requires JavaScript.

Foto-Foto bersama Pak dan Bu RT

 

Demikian laporan kunjungan Kakak artinya selesai sudah Tugas 1 dari Tantangan 1 Eksplorasi Sekitar Rumah, berikutnya mau kemana lagi ya kami ? Tunggu di postingan kami berikutnya yaa..

3 thoughts on “Melacak Warisan Jepang di Sekitar Rumah (Bagian 1)

  1. Hallo Malaika,

    Gimana rasanya keluar dari zona nyaman? Semoga menyenangkan ya 🙂
    Selamat juga, akhirnya kamu bisa bertemu dan bahkan ngobrol sama Pak RT 🙂
    Semoga perjalanan selanjutnya lebih seru ya! Kami tunggu ceritanya 😉

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.