Melacak Warisan Jepang Di Sekitar Rumah (Bagian 2)

Masih dalam suasana memenuhi tantangan Melacak Warisan Jepang dari Jaladwara Wisata Arkeologi, Rumah Inspirasi dan Garasi, Kakak lanjut mengunjungi Ketua RW. Apa saja yang ditemui dan dirasakan Kakak ? yuk kita simak laporan Kakak berikut ini.

“RW Ku Driver Ojek Online”

oleh : Kakak Malaika

 

20190328_155632.jpg

Setelah aku ke rumah pak RT, kali ini aku ke rumah pak RW. Seperti biasa aku siapkan pertanyaan dulu ini dia :

1 Ada berapa RT di RW bapak?

2.Apa pekerjaan bapak?

3.Apa bedanya RT sama RW?

4.Apa yang dilakukan bapak sehari-hari?

5.Apakah bapak memiliki hari libur?

6.Apakah manfaat RT/RW

7.Jika warga ingin mengadakan acara harus bagaimana proses perijinan nya?

8.Apa yang dilakukan warga saat berkunjung ke rumah bapak?

9.Apa suka duka nya menjadi RW?

10.Bagaimana proses pemilihan RW?

11.Berapa tahun masa jabatan ketua RW?

12.Di mana saja kantor pak RW?

13 Apa syarat menjadi ketua RW?

14 Apakah bapak menerima gaji?

2019_0329_20143700-1.jpg2019_0329_20143400-1.jpg2019_0329_20143100-1.jpg

Aku berkunjung ke rumah Pak Munirih Ketua RW 006, tanah di sekitar rumah Pak RW lengket karena hujan dan dekat pembangunan jalan tol, di rumah pak RW  juga banyak kucing. Ternyata anak Pak RW hobi pelihara kucing.

Di RW 006 yang dipimpin Pak Munirih terdapat lima RT. Pekerjaan Pak RW hampir sama dengan pekerjaan Pak RT yaitu menjaga warga agar aman. Proses pemilihan RW caranya  demokratis yaitu dipilih warga, masa jabatan nya 3 tahun sama seperti pak RT. Ternyata Pak RW juga tidak mendapat gaji, hanya 1 tahun sekali ada bayaran dari pemerintah. Selain bekerja di rumah, Pak RW seminggu sekali rapat di balai RW dekat Masjid. Oh iya kalau mau menjadi RW harus bisa baca tulis begitu kata Pak RW.

Aku bertanya apa pekerjaan pak RW sehari-hari lalu dia menjawab dia bekerja sebagai driver ojek online [ojol] Gojek. Pak RW sudah menjadi driver ojol sejak Gojek ada di Indonesia. Wuih hebat  juga tuh mengurus warga sambil bekerja sebagai driver ojol. Pak RW juga suka mangkal di sekolah aku dulu lho.

Tugas ini membuat aku percaya diri dan aku jadi semakin berani ngomong di depan orang yang baru aku kenal. Namun, aku tidak suka karena di sekitar rumah pak RW banyak sampah, aku sedih karena aku sangat peduli lingkungan. Di tugas ini aku lupa untuk menanyakan hobi pak RW, kapan kapan aku akan menanyakan.

This slideshow requires JavaScript.

Pada tantangan kali ini saya salut sama Kakak yang mau pergi untuk mewawancara Pak RW padahal dia habis seharian menyelesaikan proyek seni. “Tumben nih capek tapi gak tantrum” begitu kata saya dalam hati. Semoga Kakak tetap semangat sampai akhir tantangan. Sampai ketemu lagi ya di laporan berikutnya. Jangan lupa untuk cek videonya di Instagram @malaikabermain 🙂

3 thoughts on “Melacak Warisan Jepang Di Sekitar Rumah (Bagian 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.