Petualangan Bersama Sastra Anak

Mencari karya sastra Indonesia yang dikhususkan untuk anak itu ternyata cukup menantang. Riris K Toha-Sarumpaet dalam Pedoman Penelitian Sastra Anak memaparkan penelitiannya pada 40 bacaan anak realistik yang terbit pada tahun 1991-1993. Ditemukan bahwa dalam beragam bacaan anak tersebut alur yang disampaikan adalah alur tunggal, tanpa tegangan sehingga akhir cerita mudah ditebak. Dari segi penokohan para tokoh digambarkan bahwa Ayah adalah sosok kuat, ibu lemah lembut dan anak-anak hanya sebagai pelengkap. Selain itu karena dianggap membawa misi yang kompleks antara psikologi dan pedagogi, tokoh-tokoh anak dibuat tidak berdaya, hanya sebagai pelampiasan kebutuhan bertutur orang tua. Pendeknya bacaan anak cenderung dumbing down to kids. Bacaan anak menganggap anak-anak itu bodoh, harus dijejali nasihat bulat-bulat antara mana yang baik dan mana yang buruk.

Continue reading “Petualangan Bersama Sastra Anak”

Podcast Buat Apa Sekolah : Buku Sebagai Jimat Homeschoooling

Kalau ditanya kegiatan homeschooling-nya ngapain aja ? Jawabannya : Baca Buku !

Setiap hari kami memulai kegiatan akademis yang biasa kami sebut “Kelas” di pagi hari dengan fokus pada buku-buku hidup. Dalam metode Charlotte Mason (CM) buku yang sebaiknya digunakan dikenal sebagai Living Books (LvB), yaitu buku yang menyajikan ide bagi pembacanya. Tidak seperti lawannya yang CM sebut Twaddle, adalah buku yang kering dengan fakta-fakta atau pesan moral yang sudah “dikunyah” terlebih dulu oleh penulisnya. Lalu bagaimana kami menggunakan LvB sebagai sarana belajar dengan metode narasi ?

Continue reading “Podcast Buat Apa Sekolah : Buku Sebagai Jimat Homeschoooling”